Bagaimana Sikap Rasulullah Saw Ketika Melihat Kaki Kuda Suraqah Terbenam ke dalam Tanah?
- Updated: Desember 17, 2025
![]()


Suraqah adalah suruhan kaum kafir Quraisy yang sangat memusuhi Rasulullah.
Jika Suraqah dapat menangkap Rasulullah, maka ia akan mendapat hadiah 100 ekor unta.
Maka siang itu dengan memacu kudanya, Suraqah bin Malik mengejar Muhammad.
Tangannya memegang pedang terhunus.
Siap untuk membunuh Rasul.
Namun dengan pertolongan Allah, kaki kuda yang ditunggangi Suraqah tiba-tiba terbenam ke dalam tanah hingga ke pusar kuda.
Kuda itu tidak bisa bergerak, hanya kepalanya yang meronta-ronta.
“Tolong lepaskan aku Muhammad!”
Muhammad pun segera berdoa.
Maka seketika kuda Suraqah bisa terbebas dan Suraqah pun kemudian masuk Islam.
(Tamat)
AGAR DITOLONG ALLAH SWT.
- Ikhtiar dengan berusaha sesuai sunnatullah yang berlaku dalam kehidupan.
- Istiqamah dan konsisten mempertahankan keimanan dan keislaman.
Download Ebook dengan Donasi Infak
Pesan Ebook: 0815 6148 165

Ketika Pasir Menjadi Perisai: Kisah Ajaib Rasulullah dan Suraqah Si Pemburu
Hai, Adik-Adik yang Cerdik dan Pemberani!
Pernahkah kalian membayangkan sedang dikejar di gurun yang panas? Nah, kali ini kita akan mendengarkan kisah nyata tentang pelarian yang sangat menegangkan, tetapi juga penuh dengan keajaiban dan pelajaran berharga. Kisah ini terjadi pada Rasulullah Muhammad ﷺ dan sahabat setianya, Abu Bakar ash-Shiddiq, saat mereka melakukan perjalanan besar yang disebut Hijrah.
Buruan di Padang Pasir
Waktu itu, pemimpin-pemimpin Quraisy di Mekah sangat marah dan takut dengan dakwah Rasulullah. Mereka ingin menghentikannya. Bahkan, mereka mengumumkan sayembara besar: “Seratus unta betina untuk siapa saja yang bisa menangkap Muhammad, hidup atau mati!”
Bayangkan, seratus unta! Itu adalah kekayaan yang sangat besar pada zaman itu. Banyak orang tergoda, termasuk seorang lelaki perkasa yang terkenal sebagai pemburu dan penunggang kuda yang handal dari Bani Mudlij, namanya Suraqah bin Malik.
Suraqah diam-diam mendengar kabar bahwa ada orang yang melihat Rasulullah dan Abu Bakar. Dengan hati yang dipenuhi ambisi, ia menyiapkan kudanya, mengambil pedang dan tombak, lalu menyusur sendirian. Ia ingin mendapatkan semua hadiah itu untuk dirinya sendiri.
Keajaiban Pertama: Kuda yang Jatuh Berkali-kali
Dengan keahliannya, Suraqah akhirnya berhasil melihat dua titik kecil di kejauhan. Ia memacu kudanya dengan kencang. Saat sudah mendekat, tiba-tiba terjadi sesuatu yang aneh.
Kuda yang kuat dan terlatih itu tersandung! Suraqah pun terlempar jatuh ke pasir. Ia marah dan kesal. Setelah bangun, ia naik lagi dan memacu kudanya lebih kencang. Namun, keajaiban terulang! Kudanya tersandung lagi dan ia jatuh untuk kedua kalinya.
Seharusnya, itu adalah tanda yang jelas bahwa usahanya salah. Tapi, keserakahan telah membutakan hatinya. Ia tetap nekat meneruskan pengejaran.
Mukjizat yang Menakjubkan: Kaki Kuda Terbenam
Suraqah semakin dekat. Bahkan, ia sudah bisa mendengar lantunan ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh Rasulullah dengan suara yang tenang. Abu Bakar yang melihatnya dari belakang menjadi sangat khawatir, tetapi Rasulullah berkata, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Saat itulah, keajaiban besar terjadi. Kedua kaki depan kuda Suraqah tiba-tiba terbenam jauh ke dalam tanah hingga sebatas lututnya! Kuda itu tidak bisa bergerak sama sekali, bagaikan dipaku di tempat.
Suraqah berusaha menarik dan memukul kudanya, tapi sia-sia. Dari bekas kaki kuda yang terbenam, bahkan memancarlah cahaya. Barulah saat itu, hati Suraqah tersentak. Ia menyadari bahwa orang yang dikejarnya bukanlah orang biasa. Ia dilindungi oleh kekuatan dari langit.
Sikap Mulia Rasulullah dan Janji yang Mengejutkan
Dengan suara memelas, Suraqah berteriak, “Wahai kalian berdua, berdoalah kepada Tuhan kalian agar membebaskan kudaku! Aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi!”
Meskipun baru saja dikejar untuk dibunuh, Rasulullah sama sekali tidak marah atau membalas. Beliau berhenti, lalu berdoa dengan khusyuk kepada Allah. Seketika itu juga, kaki kuda itu terbebas dari tanah.
Namun, nafsu Suraqah belum sepenuhnya hilang. Saat bebas, ia tiba-tiba ingin menyerang lagi! Ajaibnya, kaki kudanya terbenam lebih dalam dari sebelumnya. Suraqah benar-benar menyerah. Ia memohon ampun dan berjanji akan mengalihkan semua pemburu lain.
Rasulullah dan Abu Bakar menolak tawaran makanan atau harta darinya. Beliau hanya berpesan, “Rahasiakanlah tentang kami.” Sebelum berpisah, Rasulullah meminta Abu Bakar menuliskan surat jaminan keamanan di atas sepotong kulit untuk Suraqah.
Lalu, Rasulullah mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan:
“Bagaimana perasaanmu, wahai Suraqah, nanti ketika engkau memakai gelang kebesaran Kisra (Raja Persia)?”
Suraqah terkejut, “Gelang Kisra bin Hurmuz, sang Kaisar Persia yang sangat perkasa itu?” Itu terdengar seperti mimpi di siang bolong! Namun, Rasulullah membenarkannya dengan penuh keyakinan.
Pelajaran Berharga untuk Kita
- Allah Pelindung Orang yang Benar: Kisah ini menunjukkan bahwa Allah selalu melindungi hamba-Nya yang beriman dan berada di jalan yang benar. Perlindungan-Nya bisa datang dengan cara yang tidak terduga, bahkan melalui tanah dan pasir.
- Bahaya Keserakahan: Suraqah hampir celaka karena keserakahannya ingin mendapatkan hadiah 100 unta. Keserakahan bisa membuat kita buta, nekat, dan melakukan hal-hal yang salah.
- Kasih Sayang Nabi yang Luas Biasa: Perhatikan sikap Rasulullah. Meski diancam, beliau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Beliau justru mengabulkan permohonan tolong Suraqah dan memberinya jaminan keselamatan. Ini adalah teladan memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat.
- Janji Nabi adalah Kebenaran: Perkataan Rasulullah tentang gelang Kisra bukanlah sekadar kata-kata. Bertahun-tahun kemudian, janji itu benar-benar terjadi! Setelah masuk Islam, di masa Khalifah Umar bin Khattab, Suraqah pernah dipakaikan harta rampasan perang dari kerajaan Persia, persis seperti yang dijanjikan Rasulullah. Ini membuktikan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang selalu benar ucapannya.
Epilog: Akhir yang Indah
Suraqah pulang dengan hati yang berubah. Ia menepati janjinya untuk merahasiakan jejak Rasulullah. Bertahun kemudian, saat Rasulullah dan kaum Muslimin menaklukkan Mekah, Suraqah datang dengan membawa surat jaminan kulit itu. Ia pun menyatakan masuk Islam dan menjadi sahabat yang setia.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa kebenaran pasti akan menang, dan kasih sayang serta kemuliaan hati lebih kuat daripada permusuhan. Semoga kita bisa meneladani kesabaran dan kelapangan hati Rasulullah, serta selalu dilindungi Allah seperti beliau.
Aamiin.
Kisah ini ditulis berdasarkan riwayat sejarah yang shahih dari kitab-kitab sirah dan hadits, terutama riwayat Imam al-Bukhari, untuk mendidik dan menginspirasi anak-anak muslim




















































