Ebook Anak

Raden Ajeng Kartini Wafat di Usia 25 Tahun Setelah Melahirkan Putra Pertamanya

 12,106,899 total views,  1,610 views today

Raden Ajeng Kartini Wafat di Usia 25 Tahun Setelah Melahirkan Putra Pertamanya

Raden Ajeng Kartini menjadi salah satu tokoh penting dalam perjuangan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia.

Raden Ajeng Kartini sangat prihatin demi melihat kenyataan nasib wanita pribumi saat itu yang tidak berpendidikan dan terbelenggu oleh adat-istiadat.

Untuk menuangkan kegelisahannya itu, Raden Ajeng Kartini sering menulis surat kepada temannya di Belanda, Ny. Abendanon.

Selanjutnya, Ny. Abendanon membukukan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang berjumlah sekitar 95 surat menjadi sebuah buku terkenal berjudul “Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang)”.

Sebenarnya, Raden Ajeng Kartini sempat mendapat beasiswa dari pemerintah Belanda untuk sekolah guru di Belanda.

Namun, orangtua Raden Ajeng Kartini melarangnya.

Raden Ajeng Kartini malah dipaksa menikah dengan bupati Rembang.

Setelah menikah, Raden Ajeng Kartini kemudian mendirikan sekolah gratis khusus untuk perempuan di Rembang.

Sekolah-sekolah sejenis dengan nama “Sekolah Kartini” lalu bermunculan di beberapa daerah.

Namun, setelah melahirkan putra pertamanya, Raden Ajeng Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun.

Untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini, hari kelahirannya (21 April) ditetapkan sebagai Hari Kartini.

Lahir : Jepara, 21 April 1879
Wafat : Rembang, 17 September 1904

(Nurul Ihsan)

 2,610 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *